Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

Prilaku pembodohan Siswa

Prilaku pembodohan siswa adalah suatu hal yang sangat berpengaruh besar terhadap pendidikan di indonesia adapun pembodohan itu biasa nya dilakukan secara tidak sengaja baik itu dari orang tua maupun tenaga pengajar ,banyak hal yang rentan menjadi penyebab kebodohan siswa antara lain :
  • Pembodohan dalam rumah tangga
    • orang tua kurang perhatian terhadap anaknya
    • orang tua menyuap sekolah atau guru 
    • pemaksaan kehendak orangtua terhadap anak nya
    • orang tua menyuruh anak mencari nafkah
    • orang tua keras dalam mendidik anak
  • Pembodohan di Sekolah
    • pemanipulasian nilai oleh guru
    • Guru tidak percaya diri
    • gaya mengajar yang membodohkan siswa (soal ujian sama persis dengan tahun sebelumnya)
    • hukuman yang tidak mendidik
    • Guru yang tidak ideal dan berkompeten
  • Pembodohan dalam masyarakat
    • Budaya kapitalis
    • Anarkis
    • kurangnya partipasi masyarakat terhadap pendidikan
    • adanya ijazah palsu
Adapun kebijakan-kebijakan yang kurang tepat dapat menjadi awal dari kebodohan siswa, contohnya yaitu :
  • Harga buku yang mahal
  • Pengadaan dan penyebaran guru yang kurang tepat baik penempatan maupun kewenangan
  • Standarisasi kelulusan yang terus naik setiap periodenya
  • Mendeskriminasi atau mengucilkan keberadaan sekolah-sekolah swasta
Untuk mengurangi pembodohan dalam pendidikan bisa dilakukan dengan mengoptimalkan dana pendidikan 20% dari APBN dan membebaskan siswa dari pemanipulasian nilai .

Solusinya adalah :
1.Skenario politik dalam pengendalian anggaran pendidikan
2.Perencanakan dana pendidikan oleh orang tua peserta didik
3.Kebijakan perubahan kurikulum harus konsekuen
4.Meningkatkan profesionalisme dan peran guru
5.Meningkatkan partisipasi masyarakat

Menurut Waras kandi ,perubahan mendasar yang harus dilakukan untuk pendidikan masa depan diantaranya adalah :
  • Perubahan Visi kurikulum
  • Perubahan pada ranah pembelajaran
  • Perubahan strategi dan fungsi penilaian
Kesimpulannya adalah :
  • Pendidikan adalah tanggung jawab bersama ,dari semua elemen bangsa
  • Pembodohan secara sadar maupun tidak ,semua elemen memiliki andil masing - masing
  • Hapuskan pembodohan ,lakukan perubahan atau tidak sama sekali .
Demikian sedikit opini dari saya ,disini saya tidak bermaksud menyinggung salah satu pihak maupun instansi ,tetapi ini semua demi kemajuan sistem pendidikan di negara tercinta kita ini Indonesia .

Referensi : Presentasi pengajaran di Universitas Lampung

baca selengkapnya..!!! »»  

Selasa, 11 September 2012

Pembodohan siswa yang tersistematis


Di postingan kali ini saya akan memberikan sebuah opini di dunia pendidikan yaitu mengenai Pembodohan siswa yang tersistematis Makna dari pembodohan itu sendiri adalah Kesalahan yang terjadi di dunia pendidikan, baik di lembaga formal maupun non formal  , Kata pembodohan itu pun lebih menekankan adanya “subyek” penanaman fikiran atau doktrin dalam proses pendidikan , realita yang terjadi pada pendidikan di indonesia dilihat dari biaya pendidikan yang mahal yang mana Pendidikan yang baik seolah-olah hanya diperuntukkan untuk orang ber’uang’ dan disisi lain orang yang pintar sekalipun jika ia miskin seakan-akan ia dilarang sekolah sangat miris memang melihat kenyataan ini tetapi tidak hanya itu di lihat dari kondisi sekolah pun tidak kalah memprihatinkan seperti kondisi fisik sekolah yang tidak layak ,sarana dan prasaranan yang tidak memadai ,rapuh terhadap ancaman dari luar ,tidak berhenti di sini ada pun masalah dari kurikulum yang berubah-ubah masalahnya adalah terkadang perubahan kurikulum menempatkan siswa sebagai kelici percobaan untuk mendapat kan model kurikulum yang tepat model kurikulum yang berubah-ubah pun membingungkan pendidik dan peserta didik .sedikit menyinggung tentang rendahnya mutu guru saat ini yaitu tentang gaji guru yang masih relatif rendah ,guru yang mengajar asal-asalan dengan maksud guru yang mengajar tidak sesuai dengang latar belakang pendidikan guru tersebut dan yang sangat di sayangkan profesi menjadi seorang guru adalah pilihan terakhir setelah tidak ada lagi pekerjaan lain yang di anggap lebih baik sehingga profesi seorang guru hanya di jadikan pilihan terakhir saat seseorang tidak menemukan pekerjaan lebih baik lainnya .

Tragisnya menjadi seorang siswa seperti kisah-kisah peserta didik maupun keluarga yang melakukan tindakan-tindakan “nekat” yang disebabkan oleh kerasnya dunia pendidikan 
di Indonesia ,dan mau dibawa kemana sistem pendidikan di indonesia ini akan berkiblat apakah kita harus berkiblat ke sistem pendidikan di negara tetangga atau kah negara-negara barat .???
Tapi akan jauh lebih baik jika sistem pendidikan kita yang menjadi kiblat seperti pada era 50-an .
Untuk itulah pendidikan kita harus bangkit. Pegang terus prinsip bahwa pendidikan adalah tanggung jawab seluruh rakyat, baik itu pemerintah, masyarakat, orang tua, maupun siswa.
Saling memotivasi dan memberikan dukungan untuk membangun kembali dunia pendidikan di negara kita ini .

Adapun masalah yaitu pendidikan nasional terhimpit oleh kurikulum dan anggaran dilihat dari segikurikulum yaitu berganti gantinya kurikulum pendidikan menimbulkan masalah-masalah yang hingga kini belum mampu diselesaikan dan juga dari segi anggaran bantuan dana dari pemerintah (BOS & BKM) 

belum dapat mampu menjadi solusi dan masih banyaknya pungutan terhadap orang tua siswa dengan dalih dana pembangunan dan komite .

Referensi : Presentasi pengajaran Di Universitas Lampung
baca selengkapnya..!!! »»