Sabtu, 15 September 2012

Robot cerminan pendidikan yang modern


Teknologi sekarang ini sudah semakin maju, mari kita kembangkan teknologi sejak dini salah satunya dengan belajar tentang robot. Robot di masyarakat memang masih sangat kurang familiar, namun dengan adanya kegiatan ekstra kulikuler tentang robot di sekolah, kegiatan tersebut secara tidak langsung akan membantu para pelajar untuk mengetahui lebih jauh tentang dunia robotika, dan mengenalkan robot secara nyata.

Robot kini sudah tidak asing lagi untuk di kota – kota besar, seperti di pulau jawa dan sudah banyak digelar ajang Perlombaan Robotik dari tingkat peropinsi, bahkan sampai ketingkat nasional, prestasi bukan hanya di meja sekolah namun masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk berprestasi khususnya untuk dunia robotik. Robotik selain menjadi pembelajaran ekstra kulikuler yang bersifat pendidikan juga dapat menjadi sebuah toy’s/mainan dengan teknologi yang luar biasa.
 
Dengan melihat antusias para pelajar untuk belajar robot, kini di SMK 2 MEI Bandar Lampung  telah terbentuk komunitas pelajar robotik tepatnya pada bulan desember 2011 lalu yang dipelopori oleh salah satu siswa SMK 2 MEI Bandar Lampung yaitu Jona Milanda, selain belajar tentang robot para siswa juga dapat mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan di sekolah dan diluar sekolah. Selain itu dengan adanya kegiatan atau ekstra kulikuler ini membuka peluang untuk kalangan pelajar khususnya di SMK 2 MEI yang ingin mempelajari pemrogramman robot berbasis mikrokontroller.
Maksud dan Tujuan didirikannya organisasi robotik ialah :
  1. Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan siswa selain mendapat pendidikan akademik mereka pun bisa mendapat pendidikan ekstra khususnya di bidang Robotik 
  2. Sebagai tempat kegiatan dan apresiasi serta aspirasi dari seluruh siswa khususnya di SMK 2 MEI
  3. Sebagai tempat bagi para siswa untuk mengembangkan minat dan bakat dibidang Elektronik dan Robotik.
Bentuk kegiatan ini meliputi pembelajaran tentang :
  1. Pengembangan Aplikasi dibidang Elektronika. 
  2. Dasar – dasar pembelajaran sistem robot. 
  3. Pembuatan layout Robot pada papan PCB. 
  4. Pembuatan Robot Analog. 
  5. Pembuatan Robot Microcontroller (programming). 
  6. Pembuatan Program pada Robot.
Demikianlah sedikit informasi tentang kegiatan ekstra kulikuler robotik yang berada 
di SMK 2 MEI Bandar Lampung ,dan saya berharap ekstra kulikuler seperti ini bisa berjalan di sekolah-sekolah lain karna dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan para pelajar tidak lagi awam tentang dunia Robotik dan dapat memanfaat kan teknologi untuk pendidikan yang lebih maju .
baca selengkapnya..!!! »»  

Kamis, 13 September 2012

Prilaku pembodohan Siswa

Prilaku pembodohan siswa adalah suatu hal yang sangat berpengaruh besar terhadap pendidikan di indonesia adapun pembodohan itu biasa nya dilakukan secara tidak sengaja baik itu dari orang tua maupun tenaga pengajar ,banyak hal yang rentan menjadi penyebab kebodohan siswa antara lain :
  • Pembodohan dalam rumah tangga
    • orang tua kurang perhatian terhadap anaknya
    • orang tua menyuap sekolah atau guru 
    • pemaksaan kehendak orangtua terhadap anak nya
    • orang tua menyuruh anak mencari nafkah
    • orang tua keras dalam mendidik anak
  • Pembodohan di Sekolah
    • pemanipulasian nilai oleh guru
    • Guru tidak percaya diri
    • gaya mengajar yang membodohkan siswa (soal ujian sama persis dengan tahun sebelumnya)
    • hukuman yang tidak mendidik
    • Guru yang tidak ideal dan berkompeten
  • Pembodohan dalam masyarakat
    • Budaya kapitalis
    • Anarkis
    • kurangnya partipasi masyarakat terhadap pendidikan
    • adanya ijazah palsu
Adapun kebijakan-kebijakan yang kurang tepat dapat menjadi awal dari kebodohan siswa, contohnya yaitu :
  • Harga buku yang mahal
  • Pengadaan dan penyebaran guru yang kurang tepat baik penempatan maupun kewenangan
  • Standarisasi kelulusan yang terus naik setiap periodenya
  • Mendeskriminasi atau mengucilkan keberadaan sekolah-sekolah swasta
Untuk mengurangi pembodohan dalam pendidikan bisa dilakukan dengan mengoptimalkan dana pendidikan 20% dari APBN dan membebaskan siswa dari pemanipulasian nilai .

Solusinya adalah :
1.Skenario politik dalam pengendalian anggaran pendidikan
2.Perencanakan dana pendidikan oleh orang tua peserta didik
3.Kebijakan perubahan kurikulum harus konsekuen
4.Meningkatkan profesionalisme dan peran guru
5.Meningkatkan partisipasi masyarakat

Menurut Waras kandi ,perubahan mendasar yang harus dilakukan untuk pendidikan masa depan diantaranya adalah :
  • Perubahan Visi kurikulum
  • Perubahan pada ranah pembelajaran
  • Perubahan strategi dan fungsi penilaian
Kesimpulannya adalah :
  • Pendidikan adalah tanggung jawab bersama ,dari semua elemen bangsa
  • Pembodohan secara sadar maupun tidak ,semua elemen memiliki andil masing - masing
  • Hapuskan pembodohan ,lakukan perubahan atau tidak sama sekali .
Demikian sedikit opini dari saya ,disini saya tidak bermaksud menyinggung salah satu pihak maupun instansi ,tetapi ini semua demi kemajuan sistem pendidikan di negara tercinta kita ini Indonesia .

Referensi : Presentasi pengajaran di Universitas Lampung

baca selengkapnya..!!! »»  

Selasa, 11 September 2012

pembentukan bangsa dan peran teknologi di dalamnya

 

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa teknologi kini telah bebas masuk dalam kehidupan manusia, mulai dari kalangan atas sampai pada kalangan yang terbawah. Dimana upaya-upaya tersebut merupakan cara di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat manusia itu sendiri.
Atas dasar kreatifitas akalnya manusia dapat mengembangkan ilmu dan teknologi dalam rangka untuk memajukan sumber daya alam yang ada.

Dalam pengembangan teknologi harus didasarkan pada moral etika dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar nantinya semua masyarakat dapat merasakan manfaat dari keberadaan teknologi tersebut.


Begitu juga diharapkan untuk sumber daya manusianya bisa lebih baik lagi menjawab tantangan yang ada, namun kenyataan yang terjadi malah kebalikannya karena semakin canggih perkembangan teknologinya membuat masyarakat menjadi malas dengan kemudahan-kemudahan yang didapatkannya.


Gelombang arus peradaban di era globalisasi ini telah mengalami perubahan yang begitu cepat dan pesatnya. Arus informasi dan teknologi menjadi pilar kekuatan dan kekuasaan yang dapat menentukan peradaban suatu bangsa tersebut.

 

Alvin Toffler mengatakan bahwa ”siapa yang menguasai teknologi dan informasi maka ia akan menguasai kehidupan”.
Sedangkan Menurut Simon Peres di era informasi ada 3 kekuatan yang dominan yakni:
1. Ilmu pengetahuan
2. Teknologi
3. Informasi

Ketiga kekuatan tersebut tidak bisa dipisahkan , karena ketiganya adalah kesatuan yang saling mengikat, tanpa IPTEK tak akan terwujud penerapan teknologinya.


Perubahan cara berpikir masyarakat modern yang ingin serba praktis, cepat dan ingin yang terbaik menuntut bangsa dan negara ini untuk lebih menguasai teknologi dan informasi yang saat ini berkembang pesat, tanpa teknologi, bangsa dan negara akan tergerus oleh kemajuan jaman yang cepat ini. Bagaimana bisa menjadi bangsa dan negara yang maju jika penerapan teknologinya nya masih berjalan ditempat.


Indonesia adalah termasuk negara yang berkembang, tentunya harus mempunyai persiapan untuk menghadapi ini semua, dengan penelitian,riset dan pengembangan serta penerapan teknologi dalam sendi-sendi kehidupan mudah-mudahan permasalahan tersebut dapat terselesaikan dan negara ini dapat dianggap sebagai negara yang mempunyai peradaban yang maju dan bisa bersaing dengan negara lain.


Tapi itu semua tidak akan berjalan jika sumber daya manusia yang dimiliki bangsa ini belum menguasai ilmu teknologi ataupun TI itu sendiri. Dibutuhkan peran banyak pihak untuk merubah paradigma atau cara berfikir masyarakat kita akan pentingnya mempelajari teknologi dan memanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.


Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di massa depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi yang serba kompleks, dimana bebagai cabang ilmu pengetahuan muncul, sebut saja cloning,cosmology,cyberneties,exobiology,genetic,engginering, dan nanotechnology.

Cabang-cabang ilmu dan teknologi ini memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan implikasi yang menguntungkan dan merugikan.
Untuk menggunakan ilmu dan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan dibutuhkan nilai-nilai luhur pembangunan teknologi nasional, antara lain :

  1.  Accountable : penerapan ilmu dan teknologi dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral. 
  2. Visionary : pembangunan ilmu dan teknologi memberikan solusi strategis dan jangka panjang
  3. Innovative : temuan baru yang bermanfaat.
  4. Excellence : keseluruhan tahapan pembangunan teknologi ke depan harus mempunyai implikasi yang baik untuk pembanguan bangsa dan negara ke depan.
Perkembangan teknologi disamping bermanfaat juga memberikan dampak negative terhadap keberadaanya. Hal yang perlu diperhatikan adalah pemanfaatan teknologi dan menekan dampak seminimal mungkin, antara lain dengan cara :
a. Menjaga keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
b. Memanfaatkan teknologi sesuai dengan aturan dan kaidah etika yang ada.
c. Memanfaatkan seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan manusia yang ada.
d. Menghindari pemanfaatan teknologi yang merugikan.

Jadi Inti dari semua permasalahan ini adalah jika ingin bangsa kita ini maju terhadap peradaban bangsanya sendiri, maka manfaatkanlah teknologi itu sebaik mungkin dan seefisien mungkin. Agar nantinya dapat berimbas terhadab kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, dan keberadaan peradaban bangsa kita akan terangkat dan dapat menjadi negara yang lebih bermartabat di dunia.
baca selengkapnya..!!! »»  

Pembodohan siswa yang tersistematis


Di postingan kali ini saya akan memberikan sebuah opini di dunia pendidikan yaitu mengenai Pembodohan siswa yang tersistematis Makna dari pembodohan itu sendiri adalah Kesalahan yang terjadi di dunia pendidikan, baik di lembaga formal maupun non formal  , Kata pembodohan itu pun lebih menekankan adanya “subyek” penanaman fikiran atau doktrin dalam proses pendidikan , realita yang terjadi pada pendidikan di indonesia dilihat dari biaya pendidikan yang mahal yang mana Pendidikan yang baik seolah-olah hanya diperuntukkan untuk orang ber’uang’ dan disisi lain orang yang pintar sekalipun jika ia miskin seakan-akan ia dilarang sekolah sangat miris memang melihat kenyataan ini tetapi tidak hanya itu di lihat dari kondisi sekolah pun tidak kalah memprihatinkan seperti kondisi fisik sekolah yang tidak layak ,sarana dan prasaranan yang tidak memadai ,rapuh terhadap ancaman dari luar ,tidak berhenti di sini ada pun masalah dari kurikulum yang berubah-ubah masalahnya adalah terkadang perubahan kurikulum menempatkan siswa sebagai kelici percobaan untuk mendapat kan model kurikulum yang tepat model kurikulum yang berubah-ubah pun membingungkan pendidik dan peserta didik .sedikit menyinggung tentang rendahnya mutu guru saat ini yaitu tentang gaji guru yang masih relatif rendah ,guru yang mengajar asal-asalan dengan maksud guru yang mengajar tidak sesuai dengang latar belakang pendidikan guru tersebut dan yang sangat di sayangkan profesi menjadi seorang guru adalah pilihan terakhir setelah tidak ada lagi pekerjaan lain yang di anggap lebih baik sehingga profesi seorang guru hanya di jadikan pilihan terakhir saat seseorang tidak menemukan pekerjaan lebih baik lainnya .

Tragisnya menjadi seorang siswa seperti kisah-kisah peserta didik maupun keluarga yang melakukan tindakan-tindakan “nekat” yang disebabkan oleh kerasnya dunia pendidikan 
di Indonesia ,dan mau dibawa kemana sistem pendidikan di indonesia ini akan berkiblat apakah kita harus berkiblat ke sistem pendidikan di negara tetangga atau kah negara-negara barat .???
Tapi akan jauh lebih baik jika sistem pendidikan kita yang menjadi kiblat seperti pada era 50-an .
Untuk itulah pendidikan kita harus bangkit. Pegang terus prinsip bahwa pendidikan adalah tanggung jawab seluruh rakyat, baik itu pemerintah, masyarakat, orang tua, maupun siswa.
Saling memotivasi dan memberikan dukungan untuk membangun kembali dunia pendidikan di negara kita ini .

Adapun masalah yaitu pendidikan nasional terhimpit oleh kurikulum dan anggaran dilihat dari segikurikulum yaitu berganti gantinya kurikulum pendidikan menimbulkan masalah-masalah yang hingga kini belum mampu diselesaikan dan juga dari segi anggaran bantuan dana dari pemerintah (BOS & BKM) 

belum dapat mampu menjadi solusi dan masih banyaknya pungutan terhadap orang tua siswa dengan dalih dana pembangunan dan komite .

Referensi : Presentasi pengajaran Di Universitas Lampung
baca selengkapnya..!!! »»  

Senin, 10 September 2012

Perakitan dan Pointing antena Rocket M5

Berbekalkan pengalaman magang  dan sedikit pengetahuan , saya akan memberikan tutorial untuk Perakitan dan Pointing antena Rocket M5 yang mana antena rocket M5 ini adalah  alat yang digunakan untuk menangkap sinyal/koneksi internet dalam sekala besar , langsung saja di mulai dari :

Perakitan Antena

  1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yang perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional 
  2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
  3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
  4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
  5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena

  1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal 
  2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
  3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
  4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
  5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
  6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
  7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)


gambar kerja untuk pointing antena

Pengujian Koneksi Radio

  1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio 
  2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
  3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
  4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
  5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
  6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
  7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
  8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
  9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum 
  10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar .
baca selengkapnya..!!! »»